Sebelum anda memulai liburan anda di Melaka ada baiknya mengenal terlebih dahulu sejarah kota Melaka ini. Jika anda masih belum tahu cara pergi ke kota tua Malak ini, silahkan baca artikel cara pergi ke malaka.

menara-taming-sari-melakaMenara Taming Sari

Menara Taming Sari yang dikenal juga dengan nama Menara Melaka. Dari ketinggian 110 meter anda bisa melihat keindahan kota melaka, kabin yang anda tumpangi bisa berputar 360° sehingga anda bisa melihat seluruh pelosok kota melaka. Kabin ini bisa memuat sebanyak 60 penumpang dan dilengkapi dengan AC.

Cara ke Menara Taming Sari : Yang terbaik adalah dengan taksi dan tarifnya tidak akan lebih dari RM 15. Cara lain dengan naik bus dalam kota lalu turun di bus stop no. 7 di mana juga merupak tempat perhentian “Mahkota Parade Shopping Mall”. Anda bisa berjalan kaki dari bus stop ini karena sudah dekat.

a-famosa-malacca

St. Paul’s Hill (A Famosa)

Ini adalah salah satu bangunan dengan gaya / arsitektur eropa yang tertua di Asia Tenggara. Pertama kali Portugis sampai di kota ini hal yang paling pertama mereka bangun adalah benteng ini, dengan tujuan mengamati sungai jika saja ada serangan dari musuh melalui sungai. Di benteng bersejarah ini terdiri dari tempat tinggal, toko makanan, kastil, tempat pertemuan dan juga 5 buah gereja. Gedung ini mengalami kerusakan yang cukup parah ketika terjadi perang dengan Belanda. Saat ini yang tersisa hanya dinding pintu masuk, yang masih berdiri kokoh hingga sekarang.

Cara ke A Famosa : Yang terbaik adalah dengan taksi dan tarifnya tidak akan lebih dari RM 15. Cara lain dengan naik bus dalam kota lalu turun di bus stop no. 7 atau no. 8. Anda bisa berjalan kaki dari bus stop ini karena cukup dekat.

The Stadthuys – Red Building: Oldest Dutch Building in South East Asia

Inilah bangunan Belanda tertua di Asia tenggara dan satu-satunya peninggalan Belanda di kota ini. Dulu ini adalah rumah Gubernur Belanda sehingga arsitektur Belandanya sungguh terlihat jelas. Dibangun para tahun 1650, dan terkenal karena warnanya yang merah.

Jonker Street Malacca

Jonker Street – The Shoppers Delight!

Jika anda ke Melaka, Jonker Street adalah salah satu tempat yang harus anda kunjungi. Jalan ini terletak di Melaka Chinatown, yang juga dikenal sebagai Jonker Walk dan Jalan Hang Jebat. Di sini berdiri beberapa bangunan tertua di kota ini, yang didirikan di era abad ke 17, maka dari itu nama ini juga sering dipanggil Antique Street. Jalan yang kecil ini terkenal sebagai tempat penjualan barang-barang peninggalan sejarah dari berbagai periode. Anda dipastikan akan bisa dengan mudah mendapatkan barang-barang yang datang dari jaman-jaman kolonial jaman dulu, mulai dari jaman Portugis, Belanda dan Inggris.

Bagi anda penggemar barang antik, anda harus datang ke tempat ini!

Cara ke Jonker Street : Taksi yang tarifnya tidak akan lebih dari RM 15. Cara lain dengan naik bus dalam kota lalu turun di bus stop no. 3 atau no. 5.

Tentunya tidak akan cukup jika berjalan-jalan di kota Melaka ini hanya dalam satu hari. Jadi anda sebaiknya mencari hotel di Melaka yang sesuai dengan budget liburan anda.

Tempat Bersejarah dan Menarik Lainnya :

Baba and Nyonya Heritage Museum
. Inilah museum peranakan yang unik di Melaka.  Museum ini didirikan oleh Babas dan Nyonyas yang ada di Melaka. Peranakan adalah suku percampuran antara suku melayu dan chinese sehingga para keturunan peranakan ini memiliki kultur yang unik karena meruapakan percampuran antara kedua kultur.

St. John’s Fort dibangun kembali oleh Belanda di era abad ke 18, benteng ini sebelumnya adalah sebuah kapel pribadi yang didedikasikan untuk St. John the Baptist. Bagian yang menarik dari benteng ini, ada sebuah meriam yang menghadap ke daratan karena di masa lampau serangan atas Melaka datang dari daratan bukan dari laut.

St. Peter’s Church didirikan pada tahun 1710 oleh keturunan Portugis dan arsitektur bangunan ini merupakan perpaduan gaya Oriental dan Occidental. Gereja ini dibangun setelah pihak Belanda mengembalikan kebebasan beragama kepada penduduk Roma Katolik di Melaka. Seni desain bangunannya menggabungkan ciri-ciri Timur dan Barat yang menarik.

Homestay Seri Tanjung Melaka

Alami sendiri gaya hidup kampung di Malaysia. Tempat paling sesuai untuk mengalaminya ialah di kampung yang telah memenangkan pertandingan Kampung Tercantik di Malaysia sebanyak dua kali berturut-turut.

Masjid Kampung Hulu Melaka

Masjid ini dibangun sewaktu zaman penjajahan Belanda dan merupakan masjid tertua di negara ini. Gaya seni bangunannya yang unik menggabungkan seni bangunan Sumatera, Hindu dan Barat.

Medan Portugis Melaka

Medan yang dikenali sebagai ‘Mini Lisabon’ terletak di dalam kawasan pemukiman masyarakat Portugis yang merupakan pusat tumpuan untuk kebudayaan masyarakat Portugis di Melaka dan seluruh negara.

Museum Cheng Ho Melaka

Museum ini dibangun untuk memperingati seorang Laksamana bernama Cheng Ho atau Zheng He yang hidup sewaktu zaman dinasti Ming di China. Pengembara terkenal ini telah menjalankan tujuh pelayaran pengembaraan di antara tahun 1405 dan 1433 dan meninggalkan jejaknya di Timur Tengah, Afrika dan Asia Tenggara.

Taman Mini Malaysia & Mini ASEAN

Taman Mini Malaysia terletak beberapa kilometer di pinggir kota Melaka berdekatan pekan Ayer Keroh. Sekiranya anda berminat dengan seni bangunan dan cara hidup tradisional, inilah tempat yang paling sesuai untuk anda telusur.

Menyusuri Sungai Melaka

Sungai ini merupakan urat nadi penggerak perdagangan Melaka sewaktu zaman kegemilangannya. Ketika itu sungai ini padat dengan kapal pedagang dari seluruh dunia.

Hang Jebat and Hang Kasturi’s mausoleum. Kedua orang ini adalah prajurit yang terkenal sebagai penegak kebenaran di Kesultanan Melaka. Hang Jebat tewas di tangan sabahatnya sendiri Hang Tuah dalam pertarungan 7 hari 7 malam. Hang Jebat sebenarnya ingin membalas dendam kepada Sultan yang telah menghukum mati Hang Tuah secara tidak adil atas perbuatan yang sebenarnya tidak pernah dilakukan oleh Hang Tuah. Akan tetapi kesetiaan Hang Tuah kepada sultan telah memaksa dia untuk bertarung dengan sahabatnya sendiri hingga sahabatnya mati.

Sumur Hang Tuah berada di Kampung Duyon dimana Hang Tuah dilahirkan dan menghabiskan masa kecilnya bersama dengan keempat sahabat baiknya yang lalu tumbuh menjadi kesatria-kesatria yang tersohor dari Kesultanan Melaka.

Maritime Museum is constructed after ‘Flora De La Mar’, the Portuguese ship that sank off the Coast of Malacca on its way to Portugal. With its hull laden with invaluable treasures seized from Malacca, the ship was doomed from existence had it not for the efforts to Malacca’s heritage. At the museum, visitor can get a closer look at Malacca from the famed Malay Sultanate of the 14th century to the Portuguese era, the Dutch era and the British era. There are exhibits of foreign ships that had once called at the port of Malacca during the height of its maritime hegemony.

Memorial hall (1912), the landmark where the nation’s first prime minister announce proclamation of independence from the British empire. It has been preserved with archive pictures of the country’s struggle to attain independence.

Portuguese Square has a mild affinity to Portugal and known to be ‘Mini Lisbon’ in Malacca. Located within the Portuguese Settlement, the square is the culmination of Portuguese culture in its full splendour and colours. One will also find authentic Portuguese restaurants at the square.

Sam Po Kong Temple didirikan untuk mengenang jasa Laksamana Cheng Ho. Vihara / Kelenteng diberi nama setelah ada seekor ikan secara ajaib menyelamatkan kapal Laksamana Cheng Ho dari musibah tenggelam. Kapal tersebut telah disambar petir dalam perjalanannya ke Melaka dari Cina. Ikan tersebut secara ajaib menempatkan dirinya di lubang badan kapal akibat sambaran petir sehingga kapal tersebut tidak kemasukkan air.

Sri Poyyatha Vinayagar Moorthi Temple adalah salah satu pura Hindu yang pertama di kota Melaka. Didirikan diatas tanah yang diberikan oleh Belanda.

St. Francis Xavier’s Church didirikan pada tahun 1849 oleh orang Perancis, Reverend Farve. Menara gereja yang bergaya gothic didedikasikan bagi St. Francis Xaview, untuk mengenang jasa beliau dalam misi pelayanannya dalam penyebaran agama Katolik di Asia Tenggara di era abad ke 16.

Jika anda sedang mencari akomodasi (penginapan) yang terjangkau di kota Malaka ini, anda bisa liat di artikel hotel murah di Malaka. Silahkan klik di sini untuk melihat seluruh tempat wisata di Malaysia

Source: melakamalaysiatravel.com & melaka.net