Setiap bangunan diciptakan dan dibangun pasti memiliki tujuan tertentu. Begitu halnya dengan museum. Museum merupakan institusi permanen yang bersifat nirlaba bertujuan untuk melayani kebutuhan publik. Fungsi museum bersifat terbuka bagi semua lapisan masyarakat dimana didalamnya melakukan usaha pengoleksian, meriset, mengkonversi, mengkomunikasikan dan memamerkan benda nyata kepada masyarakat untuk berbagai kebutuhan seperti pendidikan, rekreasi, penelitian dan lainnya. Karenanya, museum bisa dijadikan sebagai tempat untuk melakukan penelitian pihak akademis, melakukan dokumentasi kekhasan masyarakat tertentu.
Kuala Lumpur sebagai kota modern di Malaysia juga di Asia, ternyata tak meninggalkan jejak-jejak peninggalan masa lampaunya. Hal itu dibuktikannya dengan penyimpan beragam benda-benda bersejarah di museum yang bisa dikunjungi oleh siapapun, termasuk publik dari luar negaranya. Salah satunya ialah Museum Biomedis (Biomedical Museum) yang telah ada sejak tahun 1983 silam. Museum ini difungsikan untuk menjadi pusat repositori dari institute penelitian medis dan Departemen Kesehatan Malaysia. Didalamnya, museum ini memiliki dua galeri pameran. Didalamnya pula terpampang poster sejarah dari institut riset media Malaysia dengan beragam prestasi dan hasil penelitian medisnya.
Didalam Museum Biomedis ini terdapat banyak sekali koleksi antik bertemakan medis seperti berbagai peralatan laboratorium: mikroskop, spesimen organ tubuh manusia yang telah diawetkan. Pokoknya berbagai koleksi benda-benda yang berkaitan dengan dunia medis lengkap ada di museum ini. Makanya karena kelengkapannya tempat ini kerap dijadikan sebagai tempat penelitian stake holders bidang kesehatan disamping juga para wisatawan yang bertujuan melihat dan juga mendokumentasikan apa-apa yang menurut mereka menarik.
Di ruang koleksi lebih menarik lagi karena tersimpan banyak spesimen mamalia yang sudah diawetkan seperti tikus, tupai bajing terbang, rubang terbang. Pun ada spesiman basah seperti reptil, amfibi, dan mamalia seperti ular, katak dan kelelawar yang kesemuanya tentu saja sudah diawetkan. Museum ini tentunya menjadi “surganya” para peneliti lokal maupun internasional untuk mengadakan penelitian secara mendalam dan komprehensif untuk kepentingan ilmiahnya. Museum ini buka setiap hari kecuali pada hari Minggu dan libur nasional lainnya.
Destinasi wisata lainnya di KL ialah Cagar Alam Rusa KL dan Festival Air KL.
Selamat Berkunjung!





